Deteksi Gangguan Pendengaran Pada Anak

OAE-1

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus  gangguan pendengaran yang diderita oleh anak.  Padahal peranan fungsi pendengaran termasuk porsi penting dalam proses perkembangan bicara,bahasa dan kognitif yang berdampak pada akademis rendah. Adanya resiko bayi dengan gangguan pendengaran dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu keturunan, infeksi dalam kandungan,BBLR (>1500gr),bayi dgn kadar bilirubin tinggi,meningitis,dan dirawat NICU >5hari. Perlu adanya deteksi seawal mungkin untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran pada anak.  Sayangnya, beberapa orangtua masih belum memahami masalah gangguan pendengaran pada anak secara awal dan belum mengerti bagaimana harus memberi respon terhadap stimulus suara.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yoshinaga – Itano pada tahun 1998, ditemukan bahwa bayi yang tuli sejak lahir dan telah menerima habilitasi pendengaran sejak usia 6 bulan, saat usianya menginjak 3 tahun maka kemampuan bicaranya akan mendekati anak normal.

Deteksi gangguan pendengaran sejak awal dapat dilakukan dengan cara skrening sederhana pada bayi <1 bulan, yaitu mengerjapkan mata (reflek auropelpebral), ritme jantug bertambah cepat, berhenti menyusui (cessation reflek), mengerutkan wajah (grimacing) dan menarik ekstremitas ke median. Dalam hal ini perlu diperhatikan juga deteksi tahap perkembangan anak di usia 0-3bulan,karena normalnya di usia tersebut anak sudah dapat mengoceh spontan,suka tertawa dan bereaksi terkejut terhadap suara keras.

Selain skrining dengan cara sederhana yang dapat dilakukan sendiri, ada juga deteksi gangguan pendengaran yang bersikap obyektif. Cara pendeteksian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan dari alat-alat medis.

Yang pertama adalah pemeriksaan Otoacoustic Emissions (OAE). OAE ini adalah sebuah teknik pemeriksaan rumah siput (kohlea) berdasarkan prinsip elektrofisiologik. Pemeriksaan ini bermaksud menentukan sehat tidaknya rumah siput yang berperan sebagai sensor bunyi dari luar pada sistem pendengaran kita. Di rumah sakit yang menyediakan fasilitas ini biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada bayi yang baru lahir atau setidaknya pada usia 2 hari (sebelum meninggalkan rumah sakit). Sensitivitas dari metode ini mencapai angka 100% dengan spesifitas berada di angka 82%-87%.

Yang kedua yaitu Automatic Auditory Brain Response (AABR). Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memberikan stimulus bunyi melalui tranduser ke dalam liang telinga kemudian diinterpretasi oleh komputer secara otomatis. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi pemeriksaan OAE pada bayi usia 1-3 bulan.

Selanjutnya yaitu pemeriksaan Timpanometri. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai keadaan telinga tengah dan fungsi tuba Eustachius. Untuk bayi dengan usia dibawah 6 bulan digunakan timpanometri frekwensi tinggi.

Yang terakhir adalah Auditory Steady State Response (ASSR). Pemeriksaan ini bertujuan memberikan informasi ambang pendengaran pada frekwensi spesifik. Dari pemeriksaan ini dapat dibuat prediksi audiometri dan juga dapat dijadikan dasar untuk fitting alat bantu dengar bayi dan menilai sisa pendengaran sebagai pertimbangan untuk implant kohlea.

Apabila buah hati kita positif mengalami gangguan pendengaran, maka langkah selanjutnya adalah melakukan intervensi/habilitasi sedini mungkin. Habilitasi ini dpaat berupa pemasangan alat bantu dengar atau bisa juga dengan implant kohlea. Pemasangan alat bantu dengar dapat dilakukan pada anak yang mengalami gangguan pendengaran menetap lebih dari 40 dB pada kedua telinga, atau bisa juga pada anak dengan gangguan pendengaran satu telingan pada frekwensi bicara. Sementara itu, implant kohlea dapat dilakukan dengan syarat jika alat bantu pendengaran tidak dapat membantu gangguan pendengaran yang diderita. Prosedurnya berupa pemasangan perangkat elektronik untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi bagi penderita tuli saraf berat.

– Gita –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: