RS PKU Gelar Seminar Awam Deteksi Gangguan Pendengaran Anak

IMG_2054

RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar awam “Deteksi Gangguan Pendengaran pada Anak”, Sabtu 6 April 2013 yang bertempat di Aula Baitul Hikmah RS PKU MUhammadiyah Surakarta. Dalam seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara, antara lain dr. Hadi Sudrajat, Sp.THT – KL, M.Si. Med , dr. Oktora Wahyu Wijayanto, M.Kes, Sp.A dan Noor Zakiah, A.Md.TW.  Seminar yang dihadiri sekitar 100 orang peserta ini ditujukan sebagai sebuah upaya sosialisasi pada orangtua untuk lebih memperhatikan terjadinya gangguan pendengaran pada anak sejak dini.

Banyak kasus gangguan pendengaran yang diderita anak-anak diketahui setelah mereka menginjak usia balita. Beberapa orangtua masih belum memahami bagaimana mendeteksi masalah gangguan pendengaran pada anak sejak dini dan belum mengerti bagaimana memberi respon terhadap stimulus suara. Padahal, gangguan pendengaran pada anak perlu dideteksi sejak awal mungkin, mengingat pentingnya peranan fungsi pendengaran dalam proses perkembangan bicara.

Menurut Dr. Hadi Sudrajat, “Bayi yang tuli sejak lahir dan telah menerima Habilitasi pendengaran sejak usia 6 bulan, pada saat usia 3 tahun kemampuan bicaranya mendekati anak normal”. Untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran pada bayi, maka dilakukan skrining secara sederhana. Untuk usia bayi kurang dari 1 bulan skrining dapat dilakukan cara melihat respon bayi seperti mengejapkan mata, ritme jantung bertambah cepat, berhenti menyusui, mengerutkan wajah, dan menarik ekstremitas ke median bila mendengar stimulus suara. Sedangkan untuk anak usia 12 bulan skrining dapat dilakukan dengan melihat kemampuan bicara si anak (mis: belum bisa mengoceh dan belum bisa mengucap satu kata).

Untuk pendeteksian gangguan pendengaran yang bersifat obyektif dapat dilakukan dengan teknik-teknik pemeriksaan yang menggunakan bantuan alat-alat medis tertentu, misalnya OAE, ASSR dan pemeriksaan Audiometri. RS PKU Muhammadiyah Surakarta sendiri memiliki alat medis terbaru yaitu OAE dan Audiometri yang dapat memberikan hasil pemeriksaan dengan sensitivitas 100% dan spesifitas 82 – 87%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: